Kuliah Tamu: Mengubah Paradigma Aparat Pemerintah Itu Paling Penting.

Mengubah Paradigma Aparat Pemerintah Itu Paling Penting.

Bupati Dogiyai Bapak Yokus Dumupa, S.IP hadir di kampus STPMD “APMD” dan berbagi pengalaman kepada para mahasiswa STPMD “APMD” Yogyakarta dan juga bagi para tamu lainnya dari beberapa perguruan tinggi di wilayah DIY.  Dalam kegiatan Kuliah Tamu ini, Yakubus Dumupa membagikan 5 pengalaman yang tidak terlupakan selama kuliah di STPMD “APMD” Yogyakarta.  “Saya kuliah di sini selama 5 tahun  dan saya alumni STPMD “APMD” tahun 2002. Pertama, hamper semua warung disekitar kampus ini sudah saya hutangi, Kedua, semua jalan di Jogja sudah saya lalui dengan jalan kaki termasuk jalan tikus, karena saat itu saya sering kehabisan angkos. Ketiga, saya sering telat membayar uang kost dan beruntung sering dibantu oleh bapak dan ibu kost. Keemapt, Yogyakarta adalah kota yang nyaman dan aman selama saya kuliah. Disini telat membayar kost tak mengapa, mereka mengerti kiriman dari orang tua belum tiba. Kelima, sebagai mahasiswa saya sering memanfaatkan dispenisasi jelang semester baru karena terlambat kiriman. Mungkin kalau saya bukan kuliah di STPMD “APMD” saya tidak akan menyelesaikan pendidikan. tetapi bersyukur karena STPMD “APMD” berperan besar atas pencapaian saya hingga saat ini. Jika saya kuliah diperguruan tinggi lainnya, bisa saya saya dikeluarkan karena selalu telat membayar uang kuliah, tetapi STPMD “APMD” mengerti akan keadaan para mahasiswa yang dari luar daerah.

Yakobus Dumupa, SIP, “Pulang Kampus” tampil menjadi pembicara tunggal dalam kuliah Tamu  dengan tema: “Memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Pembangunan dan Pemerintahan Daerah Untuk Kesejahteraan Masyarakat.” Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Februari Ilmiah Program Studi Ilmu pemerintahan Jenjang Sarjana STPMD “APMD” Yogyakarta.

Bupati Dogiyai: Yakobus Dumupa, S.IP

Alumni Prodi Ilmu Pemerintahan ini bercerita pengalaman pertama kali duduk sebagai Bupati yang mana pada saat pertama sebagai Bupati langsung Ia menghukum Ibunya dan pegawai lainnya karena terlambat masuk kantor (upacara). Banyak pegawai yang protes terhadap Bupati termuda di Papua itu. Mengapa tega menghukum Ibunya dengan jalan keliling kota? Yakobus menjawab “Yang saya hokum adalah pegawai saya yang terlambat, siapapun dia, saya disini adalah Bupati.” Tak ada yang berani protes lagi. Para pegawai akhirnya kian disiplin. “Mamanya sendiri saja dihukum apalagi orang lain?” kata Yakobus menirukan seorang pegawai.

Yakobus mengakui bahwa memimpin sebuah kabupaten di Papua itu tak mudah. Di satu sisi tantangan alam yang berat dimana ada distrik yang terisolasi yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat terbang kecil.  Di sisi lainnya, SDM atau pegawai pemerintah yang masih perlu ditingkatkan, ditambah budaya masyarakat umumnya yang masih menganggap Bbpati adalah segalanya. Soal hambatan di DPRD dalam menyusun APBD misalnya, bisa diatasi dengan pendekatan personal terhadap para anggota dewan.

Proses Penyerahan MoU oleh Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta Oleh Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si dengan Bupati Dogiyai oleh Yakobus Dumupa, S.IP

Kegiatan ini ditutup dengan kerjasama Tridarma antara STPMD “APMD” Yogyakarta, Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan Kabupaten Dogiayai. Selasa (19/2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *