{"version":"1.0","provider_name":"Program Studi Ilmu Pemerintahan","provider_url":"https:\/\/ip.apmd.ac.id\/v1","title":"MAGANG SEBAGAI PILIHAN DAN TANTANGAN - Program Studi Ilmu Pemerintahan","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ZuoHUmp1Au\"><a href=\"https:\/\/ip.apmd.ac.id\/v1\/2020\/12\/20\/magang-sebagai-pilihan-dan-tantangan\/\">MAGANG SEBAGAI PILIHAN DAN TANTANGAN<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/ip.apmd.ac.id\/v1\/2020\/12\/20\/magang-sebagai-pilihan-dan-tantangan\/embed\/#?secret=ZuoHUmp1Au\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;MAGANG SEBAGAI PILIHAN DAN TANTANGAN&#8221; &#8212; Program Studi Ilmu Pemerintahan\" data-secret=\"ZuoHUmp1Au\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/ip.apmd.ac.id\/v1\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>\n","thumbnail_url":"https:\/\/ip.apmd.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Magang-Ari-scaled.jpg","thumbnail_width":2560,"thumbnail_height":1920,"description":"Oleh : Ari Surida Mahasiswa Semester VII Ilmu Pemerintahan S-1 STPMD \u201cAPMD\u201d \u201cKita memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi, lulusan tidak menjamin kesiapan bekarya dan bekerja, akreditasi tidak menjamin mutu, masuk kelas tidak menjamin belajar\u201d Begitulah ungkapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) &nbsp;Nadiem Makarim &nbsp;di salah satu acara satu tahun yang lalu. Statement ini menuai &nbsp;pro dan kontra di tengah masyarakat, dimana kondisi&nbsp; ekonomi saat ini &nbsp;sedang tidak baik, karena data Biro Pusat Statistik 2019 &nbsp;menunjukkan tingkat pengangguran lulusan &nbsp;Universitas lebih tinggi dibanding tingkat pengangguran lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berkaitan dengan statetment Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, saya &nbsp;memiliki persepsi tersendiri untuk menanggapi pernyataan tersebut, tetapi dalam tulisan ini saya membahas persepsi saya tentang statement tersebut, satu hal yang paling krusial yang saya ingin sampaikan adalah sebagai mahasiswa semester akhir (semester tujuh) saya harus mempersiapkan diri untuk mendapatkan kemampuan soft skill maupun hard skill yang maksimal sebelum melepas status sebagai mahasiswa. Mendapatkan kemampuan soft skill dan hard skill yang maksimal bukan semata-mata hanya berorientasi untuk mendapatkan pekerjaan, namun hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral atas gelar baru yang akan saya dapatkan yaitu sebagai seorang Sarjana Ilmu Pemerintahan. Atas pertimbangan-perimbangan diatas, ditengah kesibukan mengerjakan [&hellip;]"}