Kuliah Tamu: Mengubah Paradigma Aparat Pemerintah Itu Paling Penting.

Mengubah Paradigma Aparat Pemerintah Itu Paling Penting.

Bupati Dogiyai Bapak Yokus Dumupa, S.IP hadir di kampus STPMD “APMD” dan berbagi pengalaman kepada para mahasiswa STPMD “APMD” Yogyakarta dan juga bagi para tamu lainnya dari beberapa perguruan tinggi di wilayah DIY.  Dalam kegiatan Kuliah Tamu ini, Yakubus Dumupa membagikan 5 pengalaman yang tidak terlupakan selama kuliah di STPMD “APMD” Yogyakarta.  “Saya kuliah di sini selama 5 tahun  dan saya alumni STPMD “APMD” tahun 2002. Pertama, hamper semua warung disekitar kampus ini sudah saya hutangi, Kedua, semua jalan di Jogja sudah saya lalui dengan jalan kaki termasuk jalan tikus, karena saat itu saya sering kehabisan angkos. Ketiga, saya sering telat membayar uang kost dan beruntung sering dibantu oleh bapak dan ibu kost. Keemapt, Yogyakarta adalah kota yang nyaman dan aman selama saya kuliah. Disini telat membayar kost tak mengapa, mereka mengerti kiriman dari orang tua belum tiba. Kelima, sebagai mahasiswa saya sering memanfaatkan dispenisasi jelang semester baru karena terlambat kiriman. Mungkin kalau saya bukan kuliah di STPMD “APMD” saya tidak akan menyelesaikan pendidikan. tetapi bersyukur karena STPMD “APMD” berperan besar atas pencapaian saya hingga saat ini. Jika saya kuliah diperguruan tinggi lainnya, bisa saya saya dikeluarkan karena selalu telat membayar uang kuliah, tetapi STPMD “APMD” mengerti akan keadaan para mahasiswa yang dari luar daerah.

Yakobus Dumupa, SIP, “Pulang Kampus” tampil menjadi pembicara tunggal dalam kuliah Tamu  dengan tema: “Memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Pembangunan dan Pemerintahan Daerah Untuk Kesejahteraan Masyarakat.” Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Februari Ilmiah Program Studi Ilmu pemerintahan Jenjang Sarjana STPMD “APMD” Yogyakarta.

Bupati Dogiyai: Yakobus Dumupa, S.IP

Alumni Prodi Ilmu Pemerintahan ini bercerita pengalaman pertama kali duduk sebagai Bupati yang mana pada saat pertama sebagai Bupati langsung Ia menghukum Ibunya dan pegawai lainnya karena terlambat masuk kantor (upacara). Banyak pegawai yang protes terhadap Bupati termuda di Papua itu. Mengapa tega menghukum Ibunya dengan jalan keliling kota? Yakobus menjawab “Yang saya hokum adalah pegawai saya yang terlambat, siapapun dia, saya disini adalah Bupati.” Tak ada yang berani protes lagi. Para pegawai akhirnya kian disiplin. “Mamanya sendiri saja dihukum apalagi orang lain?” kata Yakobus menirukan seorang pegawai.

Yakobus mengakui bahwa memimpin sebuah kabupaten di Papua itu tak mudah. Di satu sisi tantangan alam yang berat dimana ada distrik yang terisolasi yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat terbang kecil.  Di sisi lainnya, SDM atau pegawai pemerintah yang masih perlu ditingkatkan, ditambah budaya masyarakat umumnya yang masih menganggap Bbpati adalah segalanya. Soal hambatan di DPRD dalam menyusun APBD misalnya, bisa diatasi dengan pendekatan personal terhadap para anggota dewan.

Proses Penyerahan MoU oleh Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta Oleh Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si dengan Bupati Dogiyai oleh Yakobus Dumupa, S.IP

Kegiatan ini ditutup dengan kerjasama Tridarma antara STPMD “APMD” Yogyakarta, Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan Kabupaten Dogiayai. Selasa (19/2).

DISKUSI DESA

REFLEKSI TERHADAP DESA
SETELAH LIMA TAHUN DIBERLAKUKAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

Dalam rangkaian kegiatan Februari ilmiah Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Yogyakarta pada hari Selasa, 12 Feburai 2019 di Gedung M. Soetopo kampus desa STPMD “APMD”, diadakan diskusi tentang desa dengan fokus pengelolaan BUMDes dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Diskusi mengundang dua kepala desa yaitu Dra. Ani Widayani, MIP, Lurah Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipura Kabupaten Bantul dan Marjana, Kepala Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul.


Proses Diskusi Desa di ruang M.Soetopo STPMD “APMD” Yogyakarta

BUMDes hanya salah satu dari usaha mengatasi  persoalan kelangkaan air melalui PAMDesa Karangrejek, sehingga desa tersebut tak kekurangan air walaupun musim kemarau. Kapasitas PAMDEsa 20 liter perdetik mampu mencukupkan kebutuhan warga Karangrejek bahkan desa tetangga. BUMDes  dengan usaha andalam PAM mampu meraih pendapatan Rp. 700 juta per tahun. Dari pendapatan BUMDes tersebut 20 persen disumbangkan bagi pendapatan asli desa. Sedangkan 40 persen dari pendapatn BUMDes untuk kegiatan operasional. Adapun  lima persen  dialokasikan untuk dana pendidikan  bagi keluarga tidak mampu. Anak-anak dari  keluarga tidak mampu dari jenjang SD sampai SMA/SMK  dibantu  berbagai kebutuhan penunjang sekolah siswa dalam bentuk sepatu, tas, seragam, kebutuhan uang sekolah. Sedangkan lima persen lainnya dari pendapatan BUMDes di Desa Karangrejek diperuntukkan bagi dana sosial antar pasien warga desa ke RS. Grasia, dana BPJS bagi warga desa tak terlindungi dari program pemerintah dan lingkungan tempat kerja. Dinamika pengelolaan BUMDes tentu ada suka dukanya, namun itu semua dengan pendekatan aturan yang tertuang dalam AD/ART  disertai dengan kepemimpinan yang menekankan pada kearifan persoalan BUMDes dapat teratasi, seperti diungkapkan Marjana Lurah Desa Karangrejek.

Penyelenggaraan pemerintahan desa sejak diberlakukan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menarik untuk dikaji. Tidak hanya isu kekinian, seperti  Lurah Desa yang diusulkan pada golongan ruang gaji II/a seperti ASN, meskipun banyak menimbulkan pro kontra karena justru menurunkan pendapatan perangkat desa. Dominasi BPD dan melemahnya LPMD dalam kelembagaan desa juga menjadi sorotan. Peningkatan kualitas SDM desa dengan sistem ujian yang melibatkan pihak ketiga juga menjadi perbincangan hangat. Struktur organisasi desa yang meletakkan kepala urusan dengan beban yang lebih namun remunerasi dipandang perlu ditingkatkan, karena kepala seksi ibarat kepala Dinas pada pemerintah kabupaten dan Kepala urusan ibarat kepala bagian dilingkungan sekretariat daerah. Daya kritis peserta  muncul terhadap persoalan itu. Berbagai isu dantanggapan peserta didiskusi diurai dengan baik oleh Dra. Ani Widayani, MIP, untuk mendudukan persoalan desa secara proporsional.


Penyerahan Cindramata Oleh Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta Bpk. Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si kepada para Narasumber Diskusi Desa

Kata kunci pengelolaan BUMDes dan penyelenggaraan pemerintahan desa bahwa  kesejahteraan rakyat dan hadirnya negara terhadap pemerintahan desa perlu dikawal dengan prinsip  demokrasi dan desentralisasi  yang mecakup aspek politik, administrasi, dan hukum  agar jebakan sentralisasi dan patrimonial tak terjadi. Prinsip ini penting diwujudkan agar  negara hadir pada berbagai tingkat yaitu kabupaten, provinsi, dan pusat memainkan  fasilitasi dan bukan intervensi.

KUNJUNGAN STUDI KE KPU DIY

KUNJUNGAN STUDI KE KPU DIY MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN STPMD “APMD” YOGYAKARTA

Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Yogyakarta melakukan kunjungan studi ke KPU DIY pada hari Senin (10/12). Kunjungan tersebut adalah bagian dari pengayaan pembelajaran tentang tata kelola pemilu dan lembaga penyelenggara pemilu. Sebanyak 60 mahasiswa peserta mata kuliah Sistem Kepartaian dan Pemilu diterima langsung oleh Ketua KPU DIY Bapak Hamdan Kurniawan yang didampingi komisioner KPU lainnya, Moch, Zaenuri Ichsan dan Achmad Sidqi.

Dalam kenjungan ini, Ketua KPU DIY memaparkan tentang sejarah dan metamorfosis kelembagaan penyelenggaraan pemilu, kewenangan beserta tugas dan fungsi, serta tantangan yang dihadapi oleh KPU terutama terkait dengan perubahan pemilu serentak pada tahun 2019 mendatang. Pemaparan lainnya dari Ketua KPU DIY juga membahas tentang tantangan mendasar penyelenggaraan pemilu yakni terkait menjaga perinsip independensi dan integritas.

Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” bersama Ketua KPU DIY dan dosen pengampu

Didampingi dosen pengampu Fatih Gama Abisosno, para mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan terkai dengan tantangan penegakan integritas penyelenggaraan pemilu hingga kelevel desa, persoalan bagaimana mengatasi indikasi kecurangan, masalahDPT, persoalan kandindat yang menjadi ranah KPU yaitu penetapan calon legislatif serta persoalan teknis penyelenggaraan pemilu seperti distribusi logistik hingga rekapitulasi suara.

Diskusi mahasiswa dengan Ketua KPU DIY

Dalam forum diskusi tersebut, KPU DIY juga mensosialisasikan perlunya mahasiswa luar daerah untuk mengurus form A5 agar dapat melangsungkan hak pilihnya di kota tempat studi. KPU menyatakan, dengan sistem data pemilih saat ini, para mahasiswa sangat dimudahkan karena mahasiswa tidak perlu mengurus form A5 di daerah asalnya namun dapat mengurus A5 di daerah yang dituju. “Syaratnya, asal sudah melakukan perekaman KTP-Elektronik dan sudah masuk DPT,” kata Hamdan.

Dipenghujung acara, para mahasiswa menyatakan perlunya forum-forum diskusi diluar kelas seperti kegiatan ini, untuk memperkaya pembelajaran mahasiswa. Dengan kegiatan ini mahasiswa dapat secara langsung belajar dari sumber-sumber yang kompeten.

Bunga Rampai Dosen Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”

KEBIJAKAN DAN TATA KELOLA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN DESA MENUJU KEMANDIRIAN

Permasalahan utama dalam tata kelola pemerintahan lokal baik itu pada level pemerintahan daerah/kota maupun pada level pemerintahan desa adalah adanya kesenjangan antara harapan warga masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah, dengan adanya berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintah lokal. Tingginya harapan warga tidak bisa dilepaskan dengan pelaksanaan otonomi luas yang membuka ruang munculnya dinamika lokal dan pelaksanaan pilkada membuka ruang calon elit menebar asa kepada warga pemilih. Di sisi lain tata kelola pemerintahan lokal semua melakukan transformasi birokrasi ke arah good governance dalam segala bidang, utamanya pada bidang pembangunan dan pelayanan publik. Untuk itulah perlunya kreativitas dan inovasi dalam tata kelola pemerintahan lokal untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi.

Buku bunga rampai Prodi Ilmu Pemerintahan ini ingin mencoba menawarkan berbagai strategi dan terobosan, serta pembaharuan dalam tata kelola pemerintahan, sehingga mampu menjawab berbagai permasalahan. Sebagian besar tulisan ini merupakan hasil penelitian para dosen, sehingga secara empirik mempunyai landasan praktis yang kuat, disamping secara konseptual mempunyai landasan teoritis yang cukup teruji. Perpaduan kerangka konseptual dengan kerangka kontekstual inilah yang menjadi satu solusi alternatif dalam penyelesaian berbagai persoalan pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

Secara garis besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan lokal dengan semakin tingginya harapan dan tuntutan warga, maka dibutuhkan model kepemimpinan yang mampu membuka ruang bagi munculnya partisipasi warga dan inovasi serta deskresi aparat pemerintah dalam menjalankan tupoksinya, tanpa harus dibenturkan dengan regulasi yang ada. Pemanfaatan teknologi dalam mempercepat proses pelayanan publik dan mempermudah warga untuk partisipasi telah banyak dilakukan baik di level pemerintahan daerah/kota maupun juga pemerintah desa. Pelembagaan sistem partisipasi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal juga sangat dibutuhkan di era demokratisasi dan desentralisasi saat ini. Di level pemerintahan desa banyak melakukan terobosan dalam tata kelola pembangunan, terkait dengan pembangunan ekonomi seperti BUMDes menjadi icon diberbagai desa. Pemanfaatan potensi lokal baik di level kabupaten maupun desa baik itu berupa sumber daya alam, sumber daya manusia sampai nilai-nilai kearifan lokal banyak dilakukan untuk mendukung gerak dan laju perkembangan pemerintahan lokal. Semua ini berujung pada lahirnya pemerintahan lokal yang kuat, mandiri dan berorientasi kepada kesejahteraan warga masyarakat. (Dr. Supardal).

Bagi yang berminat dan ingin memiliki buku ini, bisa langsung menghubungi Sekretariat Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Yogyakarta.

Kerjasama STPMD “APMD” YOGYAKARTA dengan KUPTM Kualalumpur

Kerjasama Internasional

STPMD “APMD” YOGYAKARTA dengan

KUPTM Kualalumpur

Kerjasama Internasional perguruan tinggi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas, evisiensi, inovasi dan mutu suatu perguruan tinggi. Dalam perkembangan masa kini, kerjasama perguruan tinggi dengan pihak-pihak lain menjadi tolak ukur dalam menilai keberhasilan suatu lembaga pendidikan. Oleh karena itu, STPMD “APMD” Yogyakarta terus mengembangkan diri sesuai dengan dinamika yang berkembang saat ini yaitu melalui kerjasama dengan berbagai elemen, salah satunya adalah perguruan tinggi di luar negeri.

Penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Prof. Datu Dr. Mohamad Nasir Bin Hj. Saludin dari KUPTM dan Bapak Habib Muhsin, S.Sos, M.Si, Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta

Pada tanggal 12 April 2018 STPMD “APMD” Yogyakarta dengan Kolej Universiti Poly-Tech Mara (KUPTM) melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di kampus KUPTM Kualalumpur Malaysia. Dalam penandatanganan Letter of Intent (LoI) ini STPMD “APMD” Yogyakarta diwakili langsung oleh Ketua STPMD “APMD” oleh Bapak Habib Muhsin, S.Sos, M.Si, dan pihak KUPTM di wakili oleh Prof. Datu Dr. Mohamad Nasir Bin Hj. Saludin, selaku Deputy Vice Chancellor Student Development and Campus Lifestyle.

Dalam kerjasama ini, STPMD “APMD” Yogyakarta dan KUPTM menyepakati kerjasama pada bidang pendidikan dan pengajaran, pertukaran materi pembelajaran, pertukaran pelajar dan dosen, penelitian bersama, dan publikasi bersama. Melalui kerjasama ini diharapkan kedua belah pihak mampu mengembangkan berbagai inovasi dalam pengembangan keilmua sesuai dengan bidang-bidang keahlian pada masing-masing lembaga.

Pemateri Diskusi : Dr. Widodo Triputro, MM, M.Si, Dr. Yuni Satia Rahayu, M.A, Drs. Oelin Marliantoro, M.Si, dan Gregorius Sahdan, S.IP, M.A. Moderator: Dr. Sharifah Syahirah Binti Syeh Sheikh

Bersamaan dengan penandatangan Letter of Intent (LoI) antara STPMD “APMD” dengan KUPTM, juga dalam waktu yang bersamaan diselenggarakan diskusi bersama yang mengangkat tema: Social Development, Politic and Indonesia Governance). Yang menjadi pemateri yaitu: Dr. Widodo Triputro, MM, M.Si, Direktur Pascasarjana STPMD “APMD”; Dr. Yuni Satia Rahayu, M.A, Dosen Pascasarjana dan Sarjana Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”; Drs. Oelin Marliantoro, M.Si, Ketua Program Studi Ilmu Sosiatri STPMD “APMD”;  dan Gregorius Sahdan, S.IP, M.A, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”. Hadir sebagai moderator dari KUPTM yaitu: Dr. Sharifah Syahirah Binti Syeh Sheikh.

Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama.

Seminar Internasional dan Kerjasama STPMD “APMD” dengan Universitas San Antonio Texas

Seminar Internasional “Rural Community Empowerment: Family Life and Health”

STPMD “APMD” Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang konsen pada berbagai permasalahan dilingkungan  sosial masyarakat secara khusus pada lingkup masyarakat desa. STPMD “APMD” terus berupaya menggali dan membangun pemahaman tentang peran keluarga dalam pertumbuhan dan perkembangan individu. Seminar Internationl yang diselenggarakan pada tanggal 16 Maret 2018 dengan tema: “Rural Community Empowerment: Family Life and Health” di gedung Soetopo STPMD “APMD” Yogyakarta. Dalam seminar ini panitia menghadirkan para pakar di bidangnya sebagai pembicara yaitu: Prof. Xu Xiaohe, Ph.D, Department Chair of Sociology the University of Texas at San Antonio, Prof. Thankam Sunil, Ph.D, Director The Institute for Health Disparities Research the University of Texas at San Antonio, dan Rr. Leslie R. Angeningsih, Ph.D, Kepala PSAKG STPMD “APMD” Yogyakarta. Sebagai moderator daam seminar ini yaitu Dr. Tri Nugroho, Sekretaris Program Pascasarjana STPMD “APMD” Yogyakarta.

Prof. Xu Xiaohe, Ph.D, Department Chair of Sociology the University of Texas at San Antonio

Poin yang mendasar dalam seminar ini sebagaimana dikemukakan oleh Prof. Xu Xiaohe, Ph.D yaitu: Kajian keluarga dapat dilakukan dari berbagai aspek dan dapat dimulai dari pembentukan keluarga sampai antar generasi. Kekerasan dalam keluarga merupakan tindakan buruk karena tindakan kekerasan dapat terjadi turun temurun, dialihkan dari satu generasi ke generasi berikutnya atau antar generasi. Oleh karena itu teori pembelajaran sosial itu adalah mengkaji/mempelajari dari kanak-kanak sampai dewasa dan hal itu dilakukan secara terus menerus. Apa yang kita pelajari sejak kecil baik langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi hidup kita, baik ketika dewasa sampai setelah perkawinan.

Prof. Thankam Sunil, Ph.D, Director The Institute for Health Disparities Research the University of Texas at San Antonio

Prof. Thankam Sunil, Ph.D juga mengemukakan beberapa poin mendasar yaitu: Kesehatan ditentukan oleh berbagai faktor yaitu faktor biologis, faktor sosial dan kombinasi antara keduanya.

Untuk hidup sehat, masyarakat perlu mengetahui faktor-faktor tersebut. Fakta menunjukkan bahwa faktor sosial memuat 68%, yang terdiri dari Individual behaviour (38%), social circumstances (23%) dan Psycal enviorentment (7%). Fakta ini menyadarkan kita betapa penting ilmu sosial. Betapa pentinya melakukan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat semakin menyadari pentingnya faktor-faktor sosial bagi kesehatan mereka. Selanjutnya, kita semua perlu melakukan sebuah gerakan bersama memberdayakan keluarga-keluarga agar mereka hidup sehat.

Dalam pandangan Ibu Rr. Leslie R. Angeningsih, Ph.D juga menegaskan bahwa keluarga adalah tempat yang sangat penting dan ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani bagi seluruh anggota keluarga. Untuk mengatasi ketidak-berdayaan anggota keluarga, khususnya kaum perempuan terhadap kekerasan, kita perlu menggalang gerakan anti kekerasan dalam keluarga, dengan memfasilitasi suatu proses dimana kebijakan dan program multisektoral dan multidisiplin ilmu dapat bekerja secara kooperatif dalam memperomosikan kehidupan keluarga yang sehat, jasmani dan rohani.

Kita perlu mendorong pemberdayaan masyarakat desa, khususnya dalam aspek pembangunan keluarga yang sehat, melalui tindakan yang berkelanjutan (terus menerus) untuk merealisasikan keluarga sehat yang penuh cinta dan gairah.

Penandatanganan Kerjasama

Dalam penyelenggaraan seminar Internasional ini juga diselenggarakan penandatanganan kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara STPMD “APMD” Yogyakarta dengan Department Sociology Universitas San Antonio Texas. Kerjasama ini menekankan pada tridarma perguruan tinggi yaitu pada bidang Pendidikan pengajaran, Penelitian dan pengembangan serta pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Foto bersama Ketua STPMD “APMD” dengan para narasumber

Kerjasama STPMD “APMD” dengan Pemerintah Kabupaten Tambrauw

Kerjasama Pemerintah Kabupaten Tambrauw dengan STPMD “APMD”
Pada tanggal 1 Februari 2018 kemarin, telah dilakukan MOU antara Pemerintah Kabupaten Tambrauw dengan STPMD “APMD”. Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM pemerintah Kabupaten Tambrauw, disatu sisi dan disisi lain sebagai perwujudan dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dari STPMD “APMD”.
Sebagai langkah awal telah dikirim sejumlah pegawai untuk melanjutkan Studi Magister Ilmu Pemerintahan. Selain itu dimungkinkan pula dilaksanakan bimtek dalam rangka peningkatan kapasitas SDM ini.

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” melalui UKM Taekwondo meraih medali perunggu di Kejurnas Taekwondo Piala Kapolres Semarang ke II

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”  kembali berbangga, karena perwakilan dari UKM Taekwondo dan juga mahasiswa Ilmu Pemerintahan S1,  Yohusoa  Kwalepa meraih medali perunggu, Juara III Senior U-63 KG M pada “KEJUARAAN NASIONAL TAEKWONDO PIALA KAPOLRES SEMARANG ke II” dengan tema “JUJUR, BERANI, SPORTIVITAS, DAN BERPRESTASI DEMI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA” Tanggal 24-dan 25 Maret 2018 bertempat di Gor Pandanaran (Wujil) Kabupaten Semarang. Selamat dan Sukses selalu!!!

STPMD TERIMA KUNJUNGAN DARI FISIPOL UNIVERSITAS SABURAI BANDAR LAMPUNG

Selasa, 20 Februari 2018, STPMD “APMD” kedatangan tamu dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Bandar Lampung. Rombongan Dosen dan Mahasiswa yang dipimpin oleh Dekan FISIPOL Universitas SABURAI, Dra. Henni Kusumastuti, M.IP,  ini bermaksud studi banding tentang pengelolaan Perguruan Tinggi dan pembangunan masyarakat desa terutama dalam hal proses pembangunan, pengelolaan, penilitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam sambutan Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan awal yang baik untuk kerjasama lebih lanjut dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Setelah mendengarkan pemaparan dan tanya jawab, rombongan dari Universitas SABURAI melakukan kunjungan ke unit P3M, BAAK dan Perpustakaan. Diakhir kunjungan mereka meyampikan kesannya “Saya sungguh terkesan, banyak inspirasi yang saya dapatkan” demikian diungkapkan oleh salah satu peserta kunjunganya.